Halal Bihalal DSC Part II

Info September 11th, 2011

Lebaran sudah berlalu beberapa hari yang lalu, tapi suasananya masih terasa sampai sekarang. Dan berhubung DSC akan kedatangan tamu seorang moderator DetikForum dari Jakarta dan beberapa orang member maka tercetuslah ide untuk mengadakan halal bihalal part II. Halal Bihalal part I sendiri sudah terselenggara pada Sabtu, 3 September kemarin. Oleh karena itu, pada Jumat 09 September 2011 jam setengah 7 malam, Mbak Delila selaku moderator dari Surabaya memutuskan KFC A. Yani sebagai tempat berkumpulnya kopdar tersebut.

Seperti biasa, orang Indonesia identik dengan jam karet. Beberapa diantaranya baru sampai lokasi pada jam setengah 8. Member yang paling tepat waktu sendiri adalah Sepung aka Cak Wigi yang katanya datang pada jam enam. Setelah Sepung, ada Titin -ssl- dan Mbun menyusul Mbak Delila. Beberapa menit kemudian datangnya Farida aka Felly. Setelah itu pasangan Mbak Ajeng dan Kenapa. Selesai makan, ngobrol dan cerita-cerita barulah tamu yang ditunggu hadir. Irma sebagai moderator, Mput, dan Fajar. Mereka datang setelah melakukan perjalanan panjang ke Bromo dan bertemu dengan kami setelah salah jalan dan berputar arah.

Inilah beberapa momen yang sempat diabadikan oleh Cak Sepung selaku juru kamera tetap DSC.

img_0008

img_0012

img_0022

Tanjung Papuma dan Madakaripura

Curhat September 8th, 2011

Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin buat dblogger semua.  Meskipun agak sedikit telat ngucapinnya, tapi masih masuk bulan Syawal juga :D

Libur panjang lebaran kemarin sebenarnya masih sangat kurang. Masih pengen berkumpul bareng keluarga dan teman-teman. Silaturahmi, main, bercanda, reuni dengan teman-teman SD dan masih banyak hal seru lainnya. Salah satunya perjalanan ngetrip ke Jember dan Probolinggo. Entah, kami sekumpulan teman-teman SMA yang hobi ngetrip keluar kota, memilih Tanjung Papuma Jember dan Air Terjun Madakaripura Probolinggo sebagai tujuan wisata tahun ini. Perjalanan dilakukan pada hari Kamis, 1 September dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Terdiri dari 12 cowo yang (kurang) kece beserta supir dan 4 cewe manis. Oke, tidak usah disebutkan mereka-mereka ini, karena yang jelas tingkat kenarsisannya sudah akut alis melampaui batas.

Perjalanan cukup lancar karena belum ada arus balik dari daerah-daerah menuju Kota. Kami sampai di Tanjung Papuma sekitar pukul 4 pagi. Dan ternyata jalan menuju kesana masih di tutup, akan dibuka pada pukul 5 pagi.

313150_274827799194481_100000017890626_1171361_5799693_n1

Read the rest of this entry »

Pengalaman ngaBLOGburit

ngablogburit August 26th, 2011

Hari ini tepat terakhir program ngaBLOGburit blogdetik diadakan. Padahal berharap setiap hari blogdetik akan mengadakan kontes yang sama. Berbagai macam tema dilempar admin setiap harinya mulai jam tiga sore. Tema-temanyapun cukup kreatif dan mudah karena masih seputar kegiatan Ramadhan. Hal yang selalu dilakukan oleh muslim setiap bulan Ramadhan . Meski ada beberapa tema yang tidak sempat saya ikuti, karena otak dan pikiran saya tidak bisa mengembangkan tulisan. Walau terkadang hati sempat dongkol juga karena setiap kali kesempatan tidak berbuah kemenangan, tapi tetap Alhamdulillah ya. Program ngaBLOGburit seperti ini tentunya juga sangat bermanfaat buat Dblogger, selain untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan menulis, blogpun jadi selalu update dengan berita-berita fresh.

Setiap jam tiga sore pasti deg-degan, menanti tema apa yang akan ditulis hari ini. Entah mengapa, hadiah sebesar lima ratus ribu itu seolah-olah menyihir saya untuk meninggalkan aktivitas yang lain. Bersih-bersih halaman yang setiap sore biasa saya lakukan jadi tertunda sampai saya selesai menulis. Dalam hati berharap kalau seandainya satu kali saja bisa menang, pasti bisa buat tambahan mudik Lebaran di kampung nanti. Tapi kalau dari awal sampai akhir tidak menang sekalipun, hal itu tetap tidak menyurutkan semangat juang saya untuk menulis.

Banyak suka duka yang saya alami selama mengikuti kontes ini. Beberapa pengalaman yang menyenangkan dari kontes ngaBLOGburit antara lain :

  1. Jarang ngabuburit keluar rumah karena sudah melakukan kegiatan ngaBLOGburit sendiri. Kenapa malah masuk dalam pengalaman suka? Jelas, karena dengan program ini saya bisa irit dan hemat uang. Tidak perlu repot-repot keluar uang untuk buka puasa diluar, karena sudah pasti akan buka puasa dirumah.
  2. Ibadah tetap lancar, kebayang kalau jam sholat maghrib tiba tapi masih berada di jalan, bisa keteteran atau bahkan bolong sholatnya.
  3. Menambah kemampuan saya dalam menulis mudah dan cepat, karena terbatasnya waktu yang diberikan oleh admin. Terkadang untuk menulis cerita fiksi saja butuh waktu 4 sampai 5 jam. Untuk ngaBLOGburit sendiri, 2 jam itu sudah waktu maksimal.
  4. Blog yang tadinya jarang update, mendadak jadi update setiap hari meski isi tulisan dalam kategori yang sama. Dan masih banyak lagi.

Hampir tidak ada duka yang saya rasakan dalam program ngaBLOGburit ini, semua didominasi oleh perasaan bahagia. Ada satu hal yang masuk dalam kategori duka, kenapa tulisan saya ini tidak masuk dalam daftar pemenang. Huhuhu… Ngeblog itu menyenangkan, isi blog juga tidak harus monoton. Bisa berupa info, cerita fiksi dan masih banyak lagi. Harapan saya, Blogdetik akan mengadakan kontes serupa setiap hari atau setiap minggu agar kami para Dblogger semakin semangat untuk mengupdate setiap hari. Keduanya akan sama-sama diuntungkan.

Begitulah review, pesan dan kesan-kesan saya selama mengikuti kontes ngaBLOGburit. Kontes ini mempunyai banyak kelebihan-kelebihan dan selalu ada cerita setiap mengikuti tema. Sebelum Lebaran saya mau mengucapkan untuk teman-teman Dblogger. Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin :)

Info Mudik Surabaya dan Sekitarnya

ngablogburit August 25th, 2011

Puasa sudah memasuki hari keduapuluh lima, yang berarti H-4 Lebaran. Mudik, ritual sakral yang sudah menjadi kewajiban di Indonesia. Sudah sejak kemarin para perantau di kota-kota besar berbondong-bondong memadati terminal, stasiun kereta api dan bandara. Tak pelak mereka rela berdesak-desakan bercampur keringat demi pulang ke kampung halaman bertemu keluarga tercinta. Untuk memudahkan perjalanan mudik ada baiknya saya berbagi sedikit informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber di internet dan pengalaman pribadi.

Bagi para pemudik dari Surabaya yang hendak menuju Lamongan, harap waspada karena ada beberapa titik pembangunan pembatas tengah jalan yang belum sepenuhnya selesai. Kondisi perbaikan pembatas jalan yang belum selesai ini menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan. Perbaikan jalan itu sendiri yakni berada di depan Pasar Sumlaran Kecamatan Sukodadi, Lamongan. Selain volume kendaraan yang meningkat tajam menjelang Lebaran, pemicu kemacetan disebabkan material perbaikan yang masih berserak di pinggir jalan raya. Perbaikan pembatas jalan ini diperkirakan baru akan selesai setelah Lebaran nanti. Dan juga para pemudik yang menggunakan motor dari arah Surabaya menuju Jombang hingga Madiun yang melalui jalur Mojokerto, disarankan untuk masuk Kota Mojokerto melalui Simpang Empat By Pass Sekarputih bisa tembus Peterongan Jombang.

Bagi pemudik yang melewati jalan sepanjang Lamongan dihimbau juga untuk berhati-hati terutama di perbatasan Lamongan-Gresik. Pasalnya, antara jalan raya Bunder hingga Duduk Sampeyan, kondisi jalannya bergelombang. Kemacetan juga akan terjadi di perempatan Benjeng karena jalur di tempat ini padat akibat banyaknya angkutan yang menunggu penumpang sehingga jalur menyempit.

Di Mojokerto sendiri pemudik diharapkan mewaspadai adanya  jalur blackspot yaitu jalur yang rawan kecelakaan dan kemacetan akibat pengalihan Raya Porong. Jalur yang harus diwaspadai karena rawan kecelakaan adalah Kejapanan Pasuruan, Ngoro hingga Mojosari. Sementara dari arah Surabaya meliputi By Pass Sekarputih, Simpang Lima Kenanten hingga By Pass Jampirogo. Untuk wilayah Mojokerto sebelah timur dari arah Pasuruan, meliputi Ngoro dan Mojosari, jalur ini merupakan perlintasan yang menghubungkan kawasan jalur Pantura Tapal Kuda ke Matraman di Jatim.

Para pemudik juga disarankan untuk tidak melewati jalan Arteri Porong pada arus mudik balik Lebaran demi keselamatan dan kenyamanan pemudik karena, kondisi jalan sepanjang sekitar 7 Km itu masih rawan dan berdebu. Meski arteri Porong yang sudah dicor, keselamatan pengguna jalan masih kurang memadai. elain tidak ada rambu-rambu, kondisi jalannya berpasir dan tidak ada penerangan jalan.

Kemacetan juga akan terjadi sepanjang jalur Sidoarjo menuju banyuwangi yang diperkirakan ada beberapa titik jalur rawan kemacetan dan kepadatan lalu lintas. Di mulai dari arah Sidoarjo yakni Bundaran Waru diperkirakan terjadi kamacetan akibat jalur lintas atau penghubung ke pusat industri dan antar kota antar provinsi. Jalan Raya Porong juga salah satu titik kemacetan yang diprediksi akibat jalur lintas proyek kendaraan berat dan MPU. Kabupaten Pasuruan, terdapat titik kemacetan di Simpang 3 Gempok KM 37 Jalur Surabaya - Malang. Penyebabnya, persimpangan dari arah Malang-Sidoarjo-Pasuruan. Kota Probolinggo, di Jalan Panglima Sudirman KM 98-99 Desa Kebonsari Kota Probolinggo. Penyebab kemacetannya, karena pasar tumpah. Titik kemacetan di Situbondo, yakni di Jalan Raya Desa Pasir Putih Kecamatan Bungatan, KM 172. Kemacetannya bisa ditimbulkan pengunjung Wisata Pantau Pasir Putih. Di wilayah Banyuwangi, di jalur utama yakni di kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi yang banyak kendaraan keluar masuk pelabuhan penyeberangan Ketapang.

Di Kabupaten Malang, ratusan kilometer jalan mengalami kerusakan sehingga dianggap kurang layak dilalui. Sejumlah ruas jalan dalam proses perbaikan yang perlu diwaspadai oleh pemudik, yakni di ruas Jalan Karanglo-Karangploso karena sedang mengerjakan pelebaran, Sukun-Dilem menuju Kepanjen dan ruas Jalan Kendalpayak menuju Curungrejo hingga Pakisaji, serta ruas Jalan Penarukan menuju Kepanjen.

Di Lumajang, pemudik juga dihimbau untuk waspada mengingat ada beberapa titik yang rawan longsor terutama di Jalur Candipuro sampai Pronojiwo. Titik kemacetan juga akan terjadi di beberapa daerah dikarenakan adanya pasar tumpah. Tidak terkecuali di ruas jalan di Bangil Kabupaten Pasuruan yang berada di Jalur Lingkar Utara mengalami ambrol.

Di Surabaya sendiri mulai hari ini yaitu H-4 Lebaran truk-truk besar seperti truk gandeng, truk trailer, truk tronton dan truk pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua sudah di larang masuk. Namun ada toleransi untuk truk yang mengangkut barang kebutuhan masyarakat seperti truk pengangkut BBM, BBG, sembako, pos dan barang ekspor yang dilengkapi izin. Hal ini dilakukan agar truk tersebut tidak mengganggu perjalanan para pemudik. Truk baru diijinkan masuk memasuki H+1 Lebaran.

Buat pemudik yang suka gratisan kini Dinas Perhubungan Jawa Timur menggelar mudik gratis menggunakan kereta api dengan tujuan tiga kota dalam provinsi. Ketiga tujuan mudik gratis dengan kereta yakni, Lamongan-Bojonegoro-Cepu pulang pergi. Pendaftaran mudik gratis akan dibuka mulai kemarin Rabu (24/8) di Stasiun Pasar Turi mulai pukul 08.00 WIB.

Itulah beberapa info mudik tentang jalur kemacetan, info mudik gratisan dan beberapa titik rawan kecelakaan. Semoga info yang saya sampaikan berguna untuk kita semua. Info tersebut saya dapatkan dari berbagai sumber di internet khususnya dari Portal detik.com sendiri. Persiapkan segala sesuatunya dengan matang. Cek kondisi kendaraan anda sebelum berangkat. Pastikan semua dalam keadaan yang siap tempuh. Selamat mudik buat teman-teman semua. Semoga diberikan keselamatan dan kelancaran sampai kota tujuan :)

Datang Ke Kotamu

Fiksi August 21st, 2011

Di tahun ini, siang yang begitu terik, untuk pertama kalinya aku menjejakkan kaki di kotamu. Semua masih sama seperti 2 tahun lalu, dimana keramahan dan senyum masih merajai sebagian besar kota ini. Tata letak kota juga tidak ada yang berubah, meskipun aku tak mengingat detail-detailnya. Keadaan itu cepat sekali berubah ya, rasanya baru kemarin aku menghela napas di sini, menikmati indahnya alam bebas, menitikkan air mata kesedihan. Itu dulu pada saat perasaan kita terombang-ombang oleh takdir. Perpisahan konyol, dengan alasan yang tidak masuk akal. Alasan yang sangat menggelitik, sebuah bagian dari alibi ketidakcocokan. Aku terima itu. Kalau memang pada kenyataannya aku wanita terbaik, sudah sepantasnya kau nikahi aku dari awal bukan malah melepaskanku. Aku kembali emosi mengingat masa-masa itu.

Aku mempercepat langkahku, tubuh mungilku ini berusaha mengikuti sesosok pria yang berjalan cepat di sampingku. Suamiku, yang menikahiku lima bulan lalu dengan masa pacaran selama tiga bulan. Singkat memang, karena kami sudah merasa cocok akhirnya memutuskan untuk berkomitmen dan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Langkah kaki kami berirama, menyerupai alunan musik klasik yang menenangkan hati. Tangan kirinya menggandeng jemariku erat, sambil sesekali memperhatikanku. Takut seakan aku akan menghilang diantara kerumunan banyak orang. Entah mengapa aku memaksakan diri untuk ikut pergi bersamanya, padahal dokter menyarankanku untuk banyak beristirahat dirumah mengingat usia kandunganku yang masih muda menginjak minggu kesembilan. Tapi di sampingnya, aku merasa sangat nyaman dan terlindungi.

Kami bergegas menuju cafe di seberang stasiun. Sambil menunggu makanan kami tersaji, aku memilih untuk pergi ke toilet sekedar membersihkan muka dan menata badan. Setelah beres, aku kembali. Berjalan perlahan menuju meja yang berada pada arah jam 2 tempat kami duduk tadi. Ada dua sosok yang duduk di sana. Siapakah yang sedang berbincang dengan suamiku? tanyaku dalam hati. Masih samar karena kebetulan aku tidak mengenakan kacamata. Postur tubuhnya tidak asing bagiku. Seperti sudah mengenal dia sebelumnya. Sampai pada akhirnya aku terbelalak. Ternyata dia adalah mantan pacarku dulu. Takdir macam apa ini yang memberikan kejutan diwaktu yang tidak terduga. Dia beranjak dari tempat duduknya, berdiri lalu menjabat tanganku. Perasaan itu? Aku sudah melupakannya sejak lama, bahkan sebelum aku menjalin hubungan dengan suamiku.

Tiba-tiba suamiku mendadak akan pergi menemui rekan kerjanya yang baru saja menghubungi lewat telepon. Padahal seharusnya mereka bertemu jam empat sore nanti, sedangkan waktu baru saja menunjukkan pukul satu. Aku dan suamiku juga sengaja tidak langsung menuju hotel tempat kami menginap, karena masih ingin berwisata kuliner dahulu di kota ini. Akhirnya suamiku meninggalkan kami berdua. Aku dan mantan pacarku. Aku tidak bisa berpikir, bagaimana bisa dia berani ‘menitipkan’ aku dengannya, padahal jelas-jelas suamiku tahu bahwa hubungan kami terdahulu bisa dibilang cukup lama.

Kami merasa canggung untuk memulai obrolan. Diam, yang terdengar suara sendok yang beradu dengan piring. Hening. Diapun mengalah, dengan mulai membuka pembicaraan. Bertanya kabar dan kehidupanku selama ini semenjak dua tahun lalu kami berpisah, dan setahun yang lalu kami sudah tidak saling berkomunikasi. Dari obrolan kami, aku tahu kalau dia sudah menjalin hubungan dengan pacarnya selama hampir 2 tahun, tapi belum berani untuk mengajak menikah. Alasannya simpel, karena pacarnya masih terlalu muda. Rasa sakit hatiku kembali bergejolak, berontak ingin mengolok-oloknya sekarang juga. Beruntungnya, mengingat janin di dalam perutku yang masih muda, amarahku mereda. Aku menarik napas, menenangkan diri sekaligus menghibur dia.

Dua jam setelahnya suamiku datang menjemputku. Kami bertiga berbincang barang sebentar, sebelum akhirnya pergi menuju hotel. Sama sekali tidak menyangka, kalau pada akhirnya kami bisa duduk bertiga, dua orang yang sama-sama pernah mengisi bagian dari hidupku bisa seakrab ini. Aku tersenyum bahagia. Kami berjabat tangan dan berpamitan. Sampai tiba-tiba keluar sebuah pertanyaan dari mantan pacarku.

Sudah jadian berapa lama kalian, nggak pernah ngasih kabar? tanyanya serius.

Jadian? Kami sudah menikah lima bulan yang lalu. Alhamdulillah, sudah ada hasil dari buah cinta kami. jawab suamiku sambil mengelus perutku.

Aku perhatikan ekspresi mantan pacarku sangat kaget. Entah, mungkin seperti tersambar geledek di siang bolong. Malu bercampur tidak percaya. Aku bisa secepat itu mendahului dia menikah. Aku juga seharusnya berterima kasih padanya, doanya waktu itu sudah terkabul bahwa aku sudah menemukan seseorang yang akan selalu membahagiakanku. Dia memandangku, kami saling menatap sambil ku pamerkan senyum sumringahku padanya.