Puasa sudah memasuki hari keduapuluh lima, yang berarti H-4 Lebaran. Mudik, ritual sakral yang sudah menjadi kewajiban di Indonesia. Sudah sejak kemarin para perantau di kota-kota besar berbondong-bondong memadati terminal, stasiun kereta api dan bandara. Tak pelak mereka rela berdesak-desakan bercampur keringat demi pulang ke kampung halaman bertemu keluarga tercinta. Untuk memudahkan perjalanan mudik ada baiknya saya berbagi sedikit informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber di internet dan pengalaman pribadi.
Bagi para pemudik dari Surabaya yang hendak menuju Lamongan, harap waspada karena ada beberapa titik pembangunan pembatas tengah jalan yang belum sepenuhnya selesai. Kondisi perbaikan pembatas jalan yang belum selesai ini menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan. Perbaikan jalan itu sendiri yakni berada di depan Pasar Sumlaran Kecamatan Sukodadi, Lamongan. Selain volume kendaraan yang meningkat tajam menjelang Lebaran, pemicu kemacetan disebabkan material perbaikan yang masih berserak di pinggir jalan raya. Perbaikan pembatas jalan ini diperkirakan baru akan selesai setelah Lebaran nanti. Dan juga para pemudik yang menggunakan motor dari arah Surabaya menuju Jombang hingga Madiun yang melalui jalur Mojokerto, disarankan untuk masuk Kota Mojokerto melalui Simpang Empat By Pass Sekarputih bisa tembus Peterongan Jombang.
Bagi pemudik yang melewati jalan sepanjang Lamongan dihimbau juga untuk berhati-hati terutama di perbatasan Lamongan-Gresik. Pasalnya, antara jalan raya Bunder hingga Duduk Sampeyan, kondisi jalannya bergelombang. Kemacetan juga akan terjadi di perempatan Benjeng karena jalur di tempat ini padat akibat banyaknya angkutan yang menunggu penumpang sehingga jalur menyempit.
Di Mojokerto sendiri pemudik diharapkan mewaspadai adanya jalur blackspot yaitu jalur yang rawan kecelakaan dan kemacetan akibat pengalihan Raya Porong. Jalur yang harus diwaspadai karena rawan kecelakaan adalah Kejapanan Pasuruan, Ngoro hingga Mojosari. Sementara dari arah Surabaya meliputi By Pass Sekarputih, Simpang Lima Kenanten hingga By Pass Jampirogo. Untuk wilayah Mojokerto sebelah timur dari arah Pasuruan, meliputi Ngoro dan Mojosari, jalur ini merupakan perlintasan yang menghubungkan kawasan jalur Pantura Tapal Kuda ke Matraman di Jatim.
Para pemudik juga disarankan untuk tidak melewati jalan Arteri Porong pada arus mudik balik Lebaran demi keselamatan dan kenyamanan pemudik karena, kondisi jalan sepanjang sekitar 7 Km itu masih rawan dan berdebu. Meski arteri Porong yang sudah dicor, keselamatan pengguna jalan masih kurang memadai. elain tidak ada rambu-rambu, kondisi jalannya berpasir dan tidak ada penerangan jalan.
Kemacetan juga akan terjadi sepanjang jalur Sidoarjo menuju banyuwangi yang diperkirakan ada beberapa titik jalur rawan kemacetan dan kepadatan lalu lintas. Di mulai dari arah Sidoarjo yakni Bundaran Waru diperkirakan terjadi kamacetan akibat jalur lintas atau penghubung ke pusat industri dan antar kota antar provinsi. Jalan Raya Porong juga salah satu titik kemacetan yang diprediksi akibat jalur lintas proyek kendaraan berat dan MPU. Kabupaten Pasuruan, terdapat titik kemacetan di Simpang 3 Gempok KM 37 Jalur Surabaya - Malang. Penyebabnya, persimpangan dari arah Malang-Sidoarjo-Pasuruan. Kota Probolinggo, di Jalan Panglima Sudirman KM 98-99 Desa Kebonsari Kota Probolinggo. Penyebab kemacetannya, karena pasar tumpah. Titik kemacetan di Situbondo, yakni di Jalan Raya Desa Pasir Putih Kecamatan Bungatan, KM 172. Kemacetannya bisa ditimbulkan pengunjung Wisata Pantau Pasir Putih. Di wilayah Banyuwangi, di jalur utama yakni di kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi yang banyak kendaraan keluar masuk pelabuhan penyeberangan Ketapang.
Di Kabupaten Malang, ratusan kilometer jalan mengalami kerusakan sehingga dianggap kurang layak dilalui. Sejumlah ruas jalan dalam proses perbaikan yang perlu diwaspadai oleh pemudik, yakni di ruas Jalan Karanglo-Karangploso karena sedang mengerjakan pelebaran, Sukun-Dilem menuju Kepanjen dan ruas Jalan Kendalpayak menuju Curungrejo hingga Pakisaji, serta ruas Jalan Penarukan menuju Kepanjen.
Di Lumajang, pemudik juga dihimbau untuk waspada mengingat ada beberapa titik yang rawan longsor terutama di Jalur Candipuro sampai Pronojiwo. Titik kemacetan juga akan terjadi di beberapa daerah dikarenakan adanya pasar tumpah. Tidak terkecuali di ruas jalan di Bangil Kabupaten Pasuruan yang berada di Jalur Lingkar Utara mengalami ambrol.
Di Surabaya sendiri mulai hari ini yaitu H-4 Lebaran truk-truk besar seperti truk gandeng, truk trailer, truk tronton dan truk pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua sudah di larang masuk. Namun ada toleransi untuk truk yang mengangkut barang kebutuhan masyarakat seperti truk pengangkut BBM, BBG, sembako, pos dan barang ekspor yang dilengkapi izin. Hal ini dilakukan agar truk tersebut tidak mengganggu perjalanan para pemudik. Truk baru diijinkan masuk memasuki H+1 Lebaran.
Buat pemudik yang suka gratisan kini Dinas Perhubungan Jawa Timur menggelar mudik gratis menggunakan kereta api dengan tujuan tiga kota dalam provinsi. Ketiga tujuan mudik gratis dengan kereta yakni, Lamongan-Bojonegoro-Cepu pulang pergi. Pendaftaran mudik gratis akan dibuka mulai kemarin Rabu (24/8) di Stasiun Pasar Turi mulai pukul 08.00 WIB.
Itulah beberapa info mudik tentang jalur kemacetan, info mudik gratisan dan beberapa titik rawan kecelakaan. Semoga info yang saya sampaikan berguna untuk kita semua. Info tersebut saya dapatkan dari berbagai sumber di internet khususnya dari Portal detik.com sendiri. Persiapkan segala sesuatunya dengan matang. Cek kondisi kendaraan anda sebelum berangkat. Pastikan semua dalam keadaan yang siap tempuh. Selamat mudik buat teman-teman semua. Semoga diberikan keselamatan dan kelancaran sampai kota tujuan